fixed-widthfluid-width

Tank Squad
Category: Renungan

Tulisan ini murni saya sadur dari situsnya Dheche (sayang saya sendiri udah lupa alamat situsnya dia, tapi yang jelas dia bisa dihubungi di dheche[at]brawijaya[dot]ac[dot]id).

Terus terang isi artikel ini bagi saya sangat menarik, jadi mudah2an dheche berkenan tulisan ini saya tampilkan disini untuk dibaca rekan yang lain.

Sebuah analogi yang menceritakan tentang perilaku seorang anggota suatu kelompok, berkaitan dengan kehadiran seorang pemimpin tim

Di dalam lingkungan militer, seorang pengemudi tank, yang terkurung di balik besi baja, hanya bisa menerima perintah dari komandannya melalui radio komunikasi.

Dia akan menuruti semua perintah komandannya itu, bahkan jika sang komandan memerintahkannya masuk ke dalam neraka.

Sang komandan secara rutin dan berkala memberikan perintah dan meminta laporan darinya Hal ini lah yang membuat si pengemudi tank tadi merasa tenang, karena dia tau, ada seseorang yang bertanggung jawab atas segala perbuatannya.

Tapi jika suatu saat di medan perang, suara sang komandan tidak kunjung tiba, secara alamiah, si pengemudi tank akan merasa tidak tenang. dia akan gelisah, dan mulai berpikir, ‘apa yang tengah menimpa komandanku?? apakah dia tewas, tertangkap musuh, ataukah dia melarikan diri…’

Pikiran yang aneh-aneh pun mulai menghinggapi otaknya. hal ini akan sangat mempengaruhi setiap keputusan yang dibuatnya. Dan keputusan itu pun sangat tergantung dari masing-masing individu.

Ada individu yang memutuskan untuk tetap survive di medan pertempuran, ada juga yang memutuskan untuk meninggalkan medan pertempuran agar tetap survive, bahkan yang mungkin agak parah adalah keputusan untuk tetap berada di medan perang tapi tidak berusaha untuk survive atau dengan kata lain ..pasrah..

Tapi apapun keputusan yang diambil oleh si pengemudi tank tadi, tetap saja tidak akan mampu menyelamatkan timnya. Mungkin saja dirinya bisa selamat, tapi belum tentu dengan timnya. Setiap anggota tim mungkin akan memilih jalan yg berbeda.

Sekali lagi, ini terjadi karena perbedaan individu yang ada di tim tadi, yang pada saat hadirnya seorang komandan, mampu menciptakan sebuah tim yang kompak, tapi begitu sang komandan menghilang, maka tiap individu akan memilih jalannya sendiri-sendiri.

Kehadiran seorang pemimpin, walaupun hanya suaranya (melalui radio komunikasi), ternyata sangat berpengaruh, bahkan mungkin sangat vital

Memang, untuk membuat sebuah tim yang hebat, tidak hanya cukup dilihat dari sisi pemimpin, tapi paling tidak, faktor ini menjadi faktor yang cukup vital.

— for the first time, i read this topic on book that discuss about management in M$ yeah…micro$oft rules (20 Juni 1999) at OKA’s room.

December 8, 2004 @ 2:27 pm

No Comments

No comments yet.

Post a Comment


*Required


*Required


Optional

Comments:

This is not spam

Comment Guidelines: Basic XHTML is allowed (a href, strong, em, code). Line breaks and paragraphs are automatically generated. Off-topic or inappropriate comments will be edited or deleted. Email addresses will never be published. RSS feed for comments on this post. . Thanks.