Peran TNI Dalam Menindak Permusuhan Warga Sipil Terorganisir

Peraturan Menteri Pertahanan Republik Indonesia Nomor 26/2014 tentang Strategi Pertahanan Negara menyebutkan jika kompleksitas ancaman dapat dilihat dari jenis, pelaku (aktor), dan sumber ancaman. Jenis ancaman dan tantangan tidak lagi didominasi oleh ancaman militer, tetapi juga oleh ancaman nonmiliter. Pelaku ancaman tidak terbatas hanya pada aktor negara (state actor), tetapi juga aktor non negara (nonstate actor), bahkan keduanya dapat bersama-sama menjadi ancaman (hybrid threat). Sedangkan bila ditinjau dari sumber ancaman, ada keterkaitan antara ancaman eksternal dan internal.
Continue reading

Perkembangan Etika dan Moral dari Perspektif Ilmu Pertahanan

Pendahuluan

Pada dasarnya, pertahanan merupakan hasil evolusi dari strategi, ilmu militer, serta ilmu dan seni perang. Evolusi ini bisa terjadi disebabkan adanya perubahan lingkungan strategis pasca Perang Dunia II, sehingga pertahanan sampai dengan saat ini masih terkait dengan unsur perang ataupun pertempuran. Hal ini bisa dilihat pada beberapa contoh seperti perang Irak-Iran, Perang Teluk ataupun perang dengan intensitas rendah berupa konflik di sebuah negara seperti pemberontakan bersenjata dan separatisme.
Continue reading

Hubungan Ilmu Pertahanan Dengan Aspek Politik

1. PENDAHULUAN

Pada dasarnya, pertahanan merupakan hasil evolusi dari strategi, ilmu militer, serta ilmu dan seni perang. Evolusi ini bisa terjadi disebabkan adanya perubahan lingkungan strategis pasca Perang Dunia II, sehingga pertahanan sampai dengan saat ini masih terkait dengan unsur perang ataupun pertempuran. Hal ini bisa dilihat pada beberapa contoh seperti perang Irak-Iran, Perang Teluk ataupun perang dengan intensitas rendah berupa konflik di sebuah negara seperti pemberontakan bersenjata dan separatisme (Supriyatno, 2014: 29).
Continue reading

Definisi Keamanan Berdasarkan Perspektif Peperangan Asimetris

Di bawah ini adalah definisi dari keamanan menurut beberapa ahli:

  • Keamanan memiliki arti “suasana aman”, ketenteraman, ketenangan (Peter Salim, 2002).
  • Patrick J. Garrity (dalam Cambone, 1998) mengemukakan bahwa pengertian security adalah “closely tied to a state’s defense of sovereign interest by military means. At its most fundamental level, the term security has meant the effort to protect a population and territory against organized force while advancing state interest through competitive behavior”.
  • Keamanan secara umum adalah keadaan atau kondisi bebas dari gangguan fisik maupun psikis terlindunginya keselamatan jiwa dan terjaminnya harta benda dari segala macam ancaman gangguan dan bahaya (Awaloedin Djamin, 2004).

Menurut Dewan Riset Nasional perang asimetris adalah suatu model peperangan yang dikembangkan dari cara berpikir yang tidak lazim, dan di luar aturan peperangan yang berlaku, dengan spektrum perang yang sangat luas dan mencakup aspek-aspek astagatra (perpaduan antara trigatra: geografi, demografi, dan sumber daya alam, dan pancagatra: ideologi, politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Perang asimetri selalu melibatkan peperangan antara dua aktor atau lebih, dengan ciri menonjol dari kekuatan yang tidak seimbang.
Continue reading

Terpilihnya Panglima Besar TKR Tidak Dilandasi Kompetensi?

Soedirman terpilih sebagai Panglima Besar saat ia masih berusia 29 tahun dan beliau mencatatkan dirinya sebagai satu-satunya Panglima Besar yang dipilih melalui mekanisme voting.

Pada tanggal 12 November 1945 berlangsung pertemuan pertama TKR dan agenda utamanya adalah menyusun strategi TKR untuk menghadapi sekutu dan NICA Belanda, tetapi akhirnya pertemuan tersebut dijadikan ajang pemilihan Panglima Besar dan pada saat itu saingan berat Soedirman adalah Letnan Jenderal Oerip Soemohardjo, perwira militer senior dari KNIL yang menjabat sebagai Kepala Staf TKR, sedangkan pada saat itu Soedirman menjabat sebagai Panglima Divisi V TKR Banyumas berpangkat Kolonel dan baru dua tahun berkarir di militer. Namun, saat pemilihan berlangsung, Soedirman meraih 22 suara, sedangkan Oerip Soemohardjo meraih 21 suara. 6 Suara yang diperoleh Soedirman didapatkan dari satu orang bernama Muhammad Noeh yang mewakili resimen-resimen di Sumatera.
Continue reading